Sabtu, 14 Januari 2012

EVOLUSI BINTANG

EVOLUSI BINTANG


Evolusi bintang adalah perubahan pelahan-lahan sejak suatu bintang terjadi - sampai- menjadi bintang yang stabil, kemudian me masuki deret utama dalam waktu yang lama, kemudian menjadi bintang raksasa, lalu mengalami keadaan degenerasi, seterusnya melontarkan sebagian masanya bagian luar dan membentuk masa kecil dengan kerapatan yang besar. sampai menjadi bintang netron dan black hole, melalui tahapan-tahapan berikut:
         Tahap awal  pada tahap ini bintang terbentuk dari pengerutan Gravitasional kabut atau nebula, sehingga sebagian energi potensialnya terpancarkan menjadi energi termal dan energi radiasi. Gumpalan membesar, suhu pusatnya cukup tinggi untuk berlangsungnya reaksi inti; dan -tekanannya cukup besar untuk nenghenti-kan pengerutan, sehingga bintang menjadi stabil dan kemudian masuk ke deret utama (Main sequence).
         Tahap raksasa: setelah lama bintang berada di deret utama, reaksi inti menghasilkan helium cukup banyak dipusatnya dan disebut pusat helium dengan reaksi inti hidrogen tetap. berlangsung di sekitarnya. Setelah 10% dari hidrogen berubah menjadi helium, bintang menjadi raksasa merah (red giant).
         Tahap bajang putih dan degenerasi.; suhu.di pusat raksasa merah (red giant) sangat tinggi, sehingga terjadi reaksi tripel alpha, yaitu tiga inti helium rnembentuk satu inti karbon, di samping masih berlangsungnya reaksi inti hidrogen. Bintang mengerut terus dan  masanya menjadi besar, akhirnya menjadi bajang putih atau kata – putih (white dwarf) yang rapat massanya mencapai  10 pangkat 9 Kg/m kubik dan elektron bebas mengalami keadaan degenerasi.
         Tahap bajang gelag; setelah mengalami- keadaan degenerasi, bajang putih mendingin dan menjadi bajang gelap, yaitu bajang yang telah kehilangan sumber energi.
         Tahap pelontaran, bintang netron dan black hole setelah bintang menangkap elektron dan mamancarkan netron, tekanan dipusat bintang menurun tajam sekali, sehingga menimbulkan ledakan dahsyat dengan energi sekitar 1O pangkat 42 sampai  10 pangkat 44 Joules terkenal dengan sebutan supernova, sehingga terlontar seluruh massanya yang dibagian luar dan tinggal intinya yang menjadi massif dengan kerapatan 10 pangkat 18 Kg/m kubik, yang dinamakan bintang netron atau pulsar dan black hole atau lorong gelap. Disebut lorong gelap, karena sarnpai saat ini masih belum banyak diketahui orang keadaan area ini.
untuk lebih jelasnya silahkan klik Video dibawah ini:




                                          http://www.youtube.com/watch?v=rDgJ8qJ0KU8

10 komentar:

FISIKA ITU GUE mengatakan...

tolong komentarnya yach..........

FISIKA ITU GUE mengatakan...

tolong komentarnya yach!

Unknown mengatakan...

tolong komentarnya ya..

Unknown mengatakan...

Begituu yah Evolsi Bintang

Aan mengatakan...

Saya Mengerti.
Thx udah Bagi - bagi Blog..
mempermudah untuk mengetahui apa itu Fisika dan tentang fisika

Anonim mengatakan...

Markah Hidup

Unknown mengatakan...

Bagtus Bangeet

Unknown mengatakan...

Sesuatu Bangeett..
bararti bangeet buat wa..
makasih

Fisika Pilihanku mengatakan...

makasi info nya ya vy..

Fisika Pilihanku mengatakan...

makasi info nya ya vy..