Evolusi bintang
adalah perubahan pelahan-lahan sejak suatu bintang terjadi - sampai- menjadi
bintang yang stabil, kemudian me masuki deret utama dalam waktu yang lama,
kemudian menjadi bintang raksasa, lalu mengalami keadaan degenerasi, seterusnya
melontarkan sebagian masanya bagian luar dan membentuk masa kecil dengan
kerapatan yang besar. sampai menjadi bintang netron dan black hole, melalui
tahapan-tahapan berikut:
•
Tahap awal pada tahap ini bintang terbentuk dari
pengerutan Gravitasional kabut atau nebula, sehingga sebagian energi
potensialnya terpancarkan menjadi energi termal dan energi radiasi. Gumpalan
membesar, suhu pusatnya cukup tinggi untuk berlangsungnya reaksi inti; dan
-tekanannya cukup besar untuk nenghenti-kan pengerutan, sehingga bintang
menjadi stabil dan kemudian masuk ke deret utama (Main sequence).
•
Tahap raksasa: setelah lama bintang
berada di deret utama, reaksi inti menghasilkan helium cukup banyak dipusatnya
dan disebut pusat helium dengan reaksi inti hidrogen tetap. berlangsung di
sekitarnya. Setelah 10% dari hidrogen berubah menjadi helium, bintang menjadi
raksasa merah (red giant).
•
Tahap bajang putih dan degenerasi.;
suhu.di pusat raksasa merah (red giant) sangat tinggi, sehingga terjadi reaksi
tripel alpha, yaitu tiga inti helium rnembentuk satu inti karbon, di samping
masih berlangsungnya reaksi inti hidrogen. Bintang mengerut terus dan masanya menjadi besar, akhirnya menjadi
bajang putih atau kata – putih (white dwarf) yang rapat massanya mencapai 10 pangkat 9 Kg/m kubik dan elektron bebas
mengalami keadaan degenerasi.
•
Tahap bajang gelag; setelah mengalami-
keadaan degenerasi, bajang putih mendingin dan menjadi bajang gelap, yaitu
bajang yang telah kehilangan sumber energi.
•
Tahap pelontaran, bintang netron dan
black hole setelah bintang menangkap elektron dan mamancarkan netron, tekanan
dipusat bintang menurun tajam sekali, sehingga menimbulkan ledakan dahsyat
dengan energi sekitar 1O pangkat 42 sampai
10 pangkat 44 Joules terkenal dengan sebutan supernova, sehingga
terlontar seluruh massanya yang dibagian luar dan tinggal intinya yang menjadi
massif dengan kerapatan 10 pangkat 18 Kg/m kubik, yang dinamakan bintang netron
atau pulsar dan black hole atau lorong gelap. Disebut lorong gelap, karena
sarnpai saat ini masih belum banyak diketahui orang keadaan area ini.
untuk lebih jelasnya silahkan klik Video dibawah ini:







